AROGANSI


Detik berlalu seakan lambat tak terhitung, tapi tahun terasa singkat melebihi detik2 yang kita lewati....... Kehampaan mulai terisi oleh sibuknya aktifitas, smakin bnyak yang kt lupakan dan semakin banyak pula yang kta bnggakan antara hidup dan kehidupan, ketika air mata menetes harapan terbentang, dan ketika tawa datang smuanya seakan sirna seperti malam berganti siang....... Kita tak pernah menyadarinya siapakah yang mendtangkan itu smua, kita hanya sibuk dengan rutinitas dan kewajiban kita sbagai manusia..... Tak pernah memikirkan nanti yang harus kita pertanggung jawabkan apa? 
teman semakin berkurang sahabat mulai mempunyai kesibukan yang lebih menyita waktunya demi mengejar semua yang dibutuhkannya, saudara atau kerabat tak pernah lagi kita kunjungi karena sibuknya pemikiran kita akan kebutuhan bahkan tetangga sekalipun hanya kenal wajah saja, empati dan simpati kita mulai berkurang jauh dari harapan, Sekilas memandang saya kadang prihatin pada diri dan keadan semua orang yang mulai meninggalkan silaturahmi bersama sesama malah mereka sibuk berkenalan sama teman Medsos tiap pagi dan saling memandang melalui layar ponsel terus malamnya bermesraan melalui Handset sama layar laptop ataupun monitor, tiap minggu hannya bercumbu sama Gadget, Dan mungkin hanya media-media itu yang jadi perantara kita sama kehidupan luar dan kita cenderung mengandalkan kinerja media tanpa peduli dampak yang akan timbul, kasih sayang orang tua terhadap anaknya hanya sebatas mencukupi materinya dan mengandalkan jasa orang-orang di sekitarnya, Dengan alasan kasih sayang dan sebagainya kadang orang tua meninggalkan anaknya dari pagi buta sampe larut malam, dan mungkin juga suami/istri dan saudaranya, bahkan mungkin ada yang berminggu, berbulan bahkan bertahun-tahun alasannya kasih sayang sampe-sampe ada yang berpaling dari kelurganya demi keluarga baru di medsosnya, padahal tanpa disadari kasih sayang yang sesungguhnya mulai pudar, Apalah arti medsos dan materi andai keutuhan keluarga terpecah, kenapa demi arogansi kadang kita mengorbankan apa yang sudah tuhan berikan, memang medsos dan materi sangatlah penting tapi mendirikan keluarga dan keutuhan nya lebih penting lagi kenapa kita mesti merujuk pada pepatah “anak saya harus lebih baik dari saya” padahal anda tinggal melakukan tanggung jawab memberi nafkah dan mendidiknya,, Tak perlu selalu memaksakan impian anda untuknya,,
Diberdayakan oleh Blogger.